ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 18:01

Perbandingan Antara Sebuah Keluarga dengan Sebuah Organisasi Ikatan Alumni Universitas

 

 

Perbandingan Antara Sebuah Keluarga dengan Sebuah Organisasi Ikatan Alumni Universitas

 

Sebuah keluarga terdiri dari ayah/suami, ibu/istri dan anak-anak. Semua itu tertulis dalam kartu keluarga. Artinya di luar semua itu adalah "Orang lain", termasuk orang tua suami/istri (nenek/kakek), adik/kakak istri, adik/kakak suami, tetangga dll. Setiap anggota keluarga mempunyai kebutuhan/kepentingan dan harus dipenuhi oleh anggota keluarga itu sendiri. Kebutuhan/kepentingan "Orang lain" mempunyai prioritas yang lebih rendah dari kebutuhan/kepentingan anggota keluarga.
 
Sebuah organisasi ikatan alumni terdiri dari alumni muda, alumni senior, alumni mapan, alumni pensiunan. Artinya di luar semua itu adalah "Orang lain", termasuk mahasiswa, dosen, institusi perguruan tinggi, dll. Kebutuhan/kepentingan "Orang lain" mempunyai prioritas yang lebih rendah dari kebutuhan/kepentingan anggota organisasi yaitu alumni itu sendiri.
 
Sebuah organisasi apapun, ditujukan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anggotanya, bukan masalah-masalah "orang lain", karena masalah "orang lain" tentu prioritas pertamanya, diselesaikan oleh "orang lain" itu.
 
Beberapa ikatan alumni memperlihatkan aktifitas sbb :
 
(1) Bertujuan untuk berkumpul/bertemu dan hasil dari pertemuan itu adalah merencanakan jadwal untuk pertemuan berikut, artinya, berkumpul/bertemu adalah tujuan akhir dari organisasi itu.
 
(2) Mengurusi kepentingan perguruan tinggi (Dosen/Departemen/jurusan/fakultas/universitas), padahal perguruan tinggi itu sudah punya organisasi yang anggotanya (=dosen) yang digaji dan ditugaskan untuk mengurusi perguruan tinggi itu. Sedangkan anggota organisasi perguruan tinggi (=dosen) sering kali belum efisien, yaitu bekerja/mengajar hanya beberapa jam seminggu dari 40 jam seminggu yang diwajibkan untuk imbalan 100% gaji halal yang diterima mereka. Dalam kenyataanya, sering ada dosen yang dalam satu semester tidak mengajar sama sekali (dengan alasan apapun), padahal mereka menerima gaji 100%. Trus bagaimana cara mempertanggung jawabkan di depan Tuhan nanti, jika menerima hak berupa gaji = 100% itu dengan menunaikan kewajiban/bekerja kurang dari 100%?. Bagaimana mental anaknya, jika makanan yang masuk ke perut anaknya, berasnya dibeli dengan cara itu ?.
 
(3) Mengurusi kepentingan mahasiswa, padahal mahasiswa sendiri sudah punya organisasi yang bernama ikatan mahasiswa yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah internal (=masalah mahasiswa).
 
Sebuah organisasi adalah sebuah lembaga berdasarkan hukum ilmu sosial dan bukan berdasarkan ilmu pasti, artinya kebenaran, tergantung dari masing-masing individu dan tidak ada individu yang berhak mengklaim bahwa pendapatnya adalah benar dan pendapat orang lain adalah salah. Artinya aktifitas di atas bisa dianggap aktifitas yang benar oleh sebagian orang. Bisa sebagian orang menganggap poin 2 dan 3 hal diatas dianggap sebagai urusan "orang lain". Sebagian lagi menganggap bahwa organisasi sudah sangat sukses jika ada pertemuan rutin bulanan, tahunan dan 5 tahunan dengan tujuan akhir = bertemu.
 
Dengan membandingkan sebuah keluarga yaitu terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak dan yang lain adalah "orang lain", dengan sebuah ikatan alumni perguruan tinggi, sangatlah nyata bahwa sebuah ikatan alumni masih punya pekerjaan untuk mengurusin dirinya sendiri, yaitu alumni itu sendiri dengan karakteristik sbb :
 
Alumni muda yaitu baru tamat s/d 5 tahun sesudah tamat, atau usia dibawah 30 tahun dengan karakteristik sbb :
- Membutuhkan informasi peluang kerja.
- Membutuhkan informasi peluang usaha.
- Sangat mengharapkan adanya peluang untuk magang, bekerja sekitar 3 hari tanpa digaji dan biaya seperti transport, makan ditanggung sendiri, walau tanpa sertifikat, walau di luar jam kerja karena mungkin alumni senior yang memberi kesempatan magang tidak/belum punya wewenang untuk mengizinkan non karyawan untuk magang. Misalnya magang 3 hari di pabrik trafo, 3 hari di BTS seluler, 3 hari di pembangkit listrik PLN, 3 hari di pabrik kabel, 3 hari di pabrik keramik, 3 hari di kontaktor dll sesuai tempat bekerja alumni senior yang memberi peluang magang, termasuk untuk magang di luar bidang teknik, misalnya diskusi untuk membuka wawasan untuk berwiraswasta.
- Membutuhkan informasi untuk merantau, misalnya untuk merantau ke Jakarta, misalnya bagi yang tidak punya keluarga di Jakarta/surabaya/batam/luar negeri, walau berupa informasi tentang lokasi hotel, tempat kost, dll, bukan mau numpang gratis.
- Membutuhkan modal untuk wirausaha untuk sekedar menopang hidup, walau tidak sesuai dengan keahlian dan yang penting bisa makan karena subsidi dari orang tua otomatis berhenti, misalnya untuk berdagang di pinggir jalan atau jualan pulsa, sampai mendapat pekerjaan.
- Dan lain-lain yang bisa ditambah atau dikurangi sendiri.
 
Alumni senior yaitu usia 30 s/d 40 tahun :
- Mempunyai keahlian yang dapat menghasilkan uang tambahan.
- Mencari proyek di luar pekerjaan untuk mendapat uang tambahan.
- Membutuhkan modal untuk memulai jadi wirausaha sesuai dengan keahlian, terutama keahlian yang di dapat dari pekerjaan.
- Membutuhkan ilmu tambahan, umumnya dalam bidang management.
- Membutuhkan informasi tentang peluang dan info beasiswa untuk melanjutkan studi ke S2, S3, dst.
- Mencari pekerjaan yang lebih baik.
- Tidak mempunyai banyak waktu luang di dalam jam kerja karena bayak yang masik di posisi operator atau supervisor, tapi tentu tidak se sibuk waktu mulai bekerja karena sebagian pekerjaan fisik sudah dilakukan bawahan.
- Belajar untuk masuk ke tahap selanjutnya yaitu wirausaha.
- Mulai memiliki kekayaan/modal dan ingin dapat hasil diatas tabungan atau deposito bank.
- Dan lain-lain yang bisa ditambah atau dikurangi sendiri.
 
Alumni Mapan yaitu usia 40 s/d 55 tahun :
- Memiliki kekayaan/modal dan ingin dapat hasil diatas tabungan atau deposito bank.
- Mulai mempersiapkan diri untuk kondisi pensiun (=jadi wirausaha).
- Mengetahui banyak sekali peluang dan keahlian yang seringkali peluang dan keahlian itu tidak ter-cover sendiri untuk dikembangkan dan membutuhkan alumni muda sebagai operasionalnya.
- Membutuhkan komunikasi dengan alumni junior yang seringkali punya ide brilian dan punya keahlian spesifik tertentu yang bisa dikembangkan untuk wirausaha.
- Mempunyai banyak relasi dan bisa mendapatkan keuntungan finansial dengan mempertemukan relasi dengan rekan lainnya atau dengan alumni muda (=sebagai calo/perantara/makelar).
- Dan lain-lain yang bisa ditambah atau dikurangi sendiri.
 
Alumni Pensiunan yaitu usia 55 tahun s/d mati di usia 95 tahun :
- Memiliki kekayaan/modal dan ingin dapat hasil diatas tabungan atau deposito bank.
- Memilih untuk menjadi wirausaha atau melakukan pekerjaan sosial (jadi ustad/kiai/pendeta/pengurus oraganisasi/aktif berpolitik) atau duduk bengong di rumah selama 40 tahun sampai mati.
- Mempunyai banyak relasi dan bisa mendapatkan keuntungan finansial dengan mempertemukan relasi dengan rekan lainnya atau dengan alumni muda (=sebagai calo/perantara/makelar).
- Memiliki banyak waktu luang dan ingin agar waktu luang itu bisa mendatangkan manfaat, terutama manfaat finansial.
- Dan lain-lain yang bisa ditambah atau dikurangi sendiri.
 
Kesimpulannya, beberapa ikatan alumni sering lebih sibuk mengurusin "orang lain" seolah-olah diri sendiri tidak punya kebutuhan/masalah, padahal diri sendiri (=alumni sendiri) masih punya banyak kebutuhan/masalah. Trus kalo ikatan alumni memikirkan "orang lain" trus siapa yang memikirkan "diri sendiri (=alumni)" ?.
 
Dengan membandingkan antara keluarga dan organisasi ikatan alumni, dari pengertian "diri sendiri(=alumni)" dan "orang lain" di atas tentulah setiap individu (bukan hanya pengurus) bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah "diri sendiri (=alumni)" dibanding dengan masalah "orang lain". Caranya... tentu sesuai kelebihan dan kekurangan masing-masing individu anggota organisasi.
 
Hari ini, sebuah yayasan dan koperasi tidak mungkin untuk ikut tender pengadaan barang dan jasa (langsung gugur karena tidak memenuhi persyaratan administrasi sebuah tender). Hanya PT terutama dengan SIUP besar yang mungkin untuk ikut tender. Sebuah PT dapat mempekerjakan alumni muda untuk mendapat pengalaman kerja dan di bayar, menggunakan keahlian alumni senior dan dibayar, dengan modal dari alumni mapan dan dapat keuntungan usaha, berdasarkan referensi alumni yang orang dalam dan dapat komisi dan memberi kesempatan kepada alumni pensiunan sesuai keinginan dan kemampuannya (bekerja, menyumbang keahlian atau meminjamkan modal).
 
Bahwa harapan dari 100% warganegara : yaitu alumni perguruan tinggi diharapkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dibandingkan dengan mencari pekerjaan, tentulah harapan itu akan lebih besar terhadap alumni dari fakultas teknik dibanding dengan alumni dari fakultas lain karena keahlian teknik yang dimilikinya. Hampir seluruh beban itu ada di pundak ikatan alumni, bukan di pundak dosen. Jika suatu saat kita melihat alumni perguruan tinggi di dominasi oleh pengangguran atau oleh kaum pekerja bukan kaum pengusaha yang menciptakan pekerjaan, apalagi alumni itu berasal dari fakultas teknik, maka yang paling bertanggung jawab atas ketidak majuan negara tidak terletak di pundak dosen, tapi di pundak ikatan alumni, terutama ikatan alumni dari fakultas teknik.
 
 
CATATAN : Fungsi sebagai pengusaha, tidak harus sebagai profesi utama, bisa saja profesi utama sebagai karyawan dan punya usaha sendiri dengan status sebagai pengelola aktif atau sebagai pengelola pasif (perusahaan dikelola orang lain/saudara/teman/adik).
 
 
BANTAHAN : Tulisan ini bersifat umum dan tidak berdasarkan ikatan alumni tertentu.
 
 
CERMIN : Dulu, beberapa orang karyawan BULOG berkumpul dan mencoba menyelesaikan masalah internal mereka dan hasilnya sekarang adalah Bank Bukopin.
 
 
CERMIN : Ikatan alumni YAI (Sebuah STIE di Senen Jakarta) yang mungkin tidak mengerti tentang teknik elektro karena mereka dibidang ekonomi dan akutansi, membuat PT dengan proyek pertama mereka adalah maintenance gedung, service AC, cleaning service untuk gedung-gedung YAI (universitas mereka).

 

Info :

 

 

 

 

 

 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com