ElektraNews.Com - Majalah Elektra

 

November 05, 2012 17:59

Waktu luang = uang

 

 

 

Saya pernah bekerja di pabrik keramik lantai. Sama seperti pabrik lainnya, proses produksi berlangsung terus menerus tanpa berhenti 24 jam. Dalam satu detik ada tiga ubin keramik yang lewat di depan operator yang bertugas mengamati hasil produksi mesin dan jika ia mengamati ada yang cacat, maka operator tersebut mengambil keramik mentah tersebut untuk selanjutnya diproses ulang kalau bisa dan dibuang kalau tidak bisa di proses ulang. Proses ini berlangsung terus menerus 4 jam sebelum jam istirahat dan 4 jam sesudah jam istirahat = 8 jam sehari.

Artinya, jika si operator bersin, maka akan ada 3 atau 4 buah keramik yang luput dari pengamatannya. Kesimpulannya, untuk jenis pekerjaan seperti itu memang tidak ada waktu untuk mengobrol, main game, baca koran dan membaca milis.

Saya juga pernah bekerja di tempat lain seperti di property, kontraktor perdagangan, IT dll. Semua pekerjaan diatas pada saat sibuk, memang terlalu sibuk dan bisa tetap di proyek 3 hari 3 malam karena dikejar target yang kalau tidak terpenuhi, maka perusahaan tempat saya bekerja akan terkena denda sesuai kontrak. Tapi di waktu yang lain terdapat waktu luang. Bisa ngobrol, bisa main game, bisa baca koran, bisa baca milis dll.

Tidak banyak hal diluar pekerjaan resmi yang bisa dilakukan untuk kasus pabrik diatas. Namun dalam kasus ke dua sangat banyak waktu luang dalam rentang 8 jam kerja sehari. Saking banyaknya kadang orang bisa bete.

Tingkat pendidikan kita dan banyak hal lainnya, umumnya kita bekerja tidaklah seperti kasus pertama, tapi kita umumnya punya banyak sekali waktu luang, ditambah waktu sebelum jam kerja dan waktu sesudah jam kerja misalnya tetap di kantor nunggui jalanan tidak terlalu macet.

Sangat banyak orang termasuk saya, kadang tidak tau mau berbuat apa dalam waktu luang ini. Di awal karir saya, saya mulai berpikir, kalau saya punya usaha sampingan, saya bisa menggunakan waktu luang ini untuk hal yang lebih bermanfaat, terutama untuk mendatangkan penghasilan tambahan.

Hal paling sedikit yang dapat dilakukan adalah menjadi telemarketing. Anda dapat menelepon atau mengirim fax surat penawaran ke calon pasien (client) anda. Bisa dengan menggunakan fasilitas pribadi (HP) atau menggunakan fasilitas kantor jika memungkinkan (telepon). Anda bisa menjalankan bisnis, termasuk bekerja di beberapa perusahaan walau secara fisik anda berada di perusahaan tempat bekerja sekarang. Termasuk menjalankan perusahaan milik sendiri dan ini jauh lebih mudah.

Langkah pertama tentu anda harus mencari produk yang menjajikan komisi penjualan, walau tanpa gaji pokok tapi anda tidak perlu hadir dan absen di perusahaan tersebut. Banyak bidang yang menawarkan kondisi seperti ini seperti : MLM, marketing property, marketing kartu kredit, main saham, drafter ME (menguasai autocad), programmer komputer, engineering consultant, future index, menjual pulsa HP seperti M-Kios dimana pengisian pulsa melalui HP anda, dll.

Satu minggu adalah 24 x 7 jam = 168 jam. Menjadi karyawan hanyalah 40 jam seminggu. dengan adanya waktu luang di dalam jam kerja, bearti waktu bekerja efektif yang tidak bisa disambil dengan hal lain adalah sekitar 20 jam seminggu. Dengan 20 jam seminggu itu anda akan menerima penghasilan atau gaji sebesar Rp 100 juta sampai Rp 300 juta setahun. Itu hanya untuk bekerja 20 jam seminggu. Sedang sisanya 148 jam merupakan waktu anda dimana mungkin anda belum mendapat penghasilan. Padalah itu 8 x lebih dari jam kerja produktif yang menghasilkan ratusan juta setahun tersebut. 

Saya tidak sedang menawarkan penghasilan arisan berantai, saya juga sedang tidak bawa kalkulator, tapi anda dapat menghitung sendiri berapa sebenarnya kemampuan anda menghasilkan uang jika anda memanfaatkan waktu luang, didalam jam kerja, sebelum jam kerja, sesudah jam kerja dan diluar itu seperti malam, sabtu, minggu, hari libur, jatah cuti dll.

Waktu kuliah, kita bisa menonton. Ada dosen yang mencari penghasilan tambahan dengan bekerja di Tirtanadi, jadi karyawan PT. Arun, di pabrik trafo morawa, jadi dosen swasta, jadi kontraktor tapi ada juga dosen yang menghabiskan waktu luangnya dengan main catur. Kita tinggal pilih, kita mau kehidupan seperti yang mana.

 

Info :

 

 

 

 

 

 

 

           Home           

           Sitemap & Artikel Lainnya           

 

 Powered by 

 mesinantrian.com 

 hitech-plaza.com 

 hitechindonesia.com